Berkah Manfaat Istighfar

Waktu terbaik dalam berIstighfar

clock

Sebenarnya dalam berIstighfar tidak dibatasi oleh waktu ataupun zaman, tempat dan keadaan khusus. Tetapi bila dilakukan pada kondisi, waktu dan tempat tertentu akan memberikan manfaat khusus. Al-Quran dalam beberapa ayatnya dengan tegas memilih waktu sahar untuk Istighfar. Dia (Ya’qub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku, Sungguh Dia yang Maha Pengampun, Maha Penyayang” sesuai pendapat mayoritas mufassir menegaskan keistimewaan Istighfar di waktu sahar lebih utama dibanding waktu-waktu yang lain.

Apakah setiap Istighfar pasti diterima?

Allah swt memastikan menerima setiap Istighfar yang dilalukan oleh hambaNya sebab:

  • Allah menegaskan dengan jelas terkait penerimaan istighfar melalui ayat-ayatnya yang slah satu bunyi artinya adalah “Maka mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, sesungghnya Tuhanku sangat dekat dan memperkenankan (doa hamba-Nya)” Dan Allah swt juga berfirman yang artinya “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu” Allah swt berjanji akan mengijabah doa. Istighfar sebagai bentuk doa yang terbaik diliputi oleh janji Tuhan ini, dan janji penerimaan Istighfar bisa menjadi motivasinya.
  • Selanjutna perlu diingat bahwa banyak ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan Istighfar, maka ditolaknya Istighfar oleh Allah adalah satu hal yang jauh dari kemungkinan, karena allah swt adalah dzat yang maha penerima taubat.
  • Banyak sifat-sifat Allah seperti غفور, غفّار, عفوٌّ (Maha Pengampun) dll. dengan sendirinya memberi kabar gembira akan pengampunan Tuhan yang diinginkan dalam Istighfar.

Manfaat Istighfar

Dalam beberapa ayat dan riwayat dijelasakan terkait dengan manfaat berharga dari Istighfar seperti baiknya masyarakat/sosial, turunnya berkah-berkah Allah swt dan amannya dari siksa dunia dan akhirat. sama halnya dengan semakin canggih tekhnologi pada zaman sekarang ini, istighfar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, apalagi dengan Aplikasi Amalan Santri, semakin memudahkan kita dalam mengingat Allah swt.

1. Terhindar dari siksa Allah swt

Berdasarkan ayat 33 surah al-Anfal selama masyarkat beristighfar memohon ampun kepada allah swt, Allah swt tidak akan memberi siksa atau azab kepada mereka. Permulaan ayat menyinggung faktor lain tentang terhindarnya ari siksa Allah swt yaitu keberadaan Rasulullah Saw di tengah masyarakat. Para Ahli tafsir berkenaan dengan ayat ini menyebutkan sabab-sebab khusus dan beragam kemungkinan. Tetapi, ayat ini mempunyai kaedah umum bahwa keberadaan Rasulullah saw di antara masyarakat dan permohonan ampunan mereka , keduanya merupakan faktor keamaan mereka dari ujian yang sulit dan berat, serta tanda-tanda tidak langsung dan tanda-tanda langsung yang menakutkan seperti banjir, gempa dan perang-perang yang menghancurkan.

Imam Ali As berkata bahwa Di muka bumi ada dua faktor pengaman dari azab Ilahi salah satunya keberadaan Nabi Muhammad Saw yang dengan kepergiaannya faktor itu terangkat, akan tetapi faktor lainnya yaitu Istighfar yang senantiasa ada untuk semua orang. Oleh sebab itu, maka berpeganglah padanya. Lalu beliau membaca ayat di atas.

2. Diampuninya Dosa-dosa

Ayat 10 suarah Nuh disamping mengandung perintah Istighfar untuk nabi Nuh As juga menampilkan sifat ke-Maha Pemaafanya Allah swt. Sifat Ghaffar (Maha Pengampun) sebagaimana sifat-sifat Ghafur (Maha Pengampun), Rahim (Maha Penyayang), Wadud (Maha Penyayang) dll. mengisyaratkan janji dan kabar gembira dari Allah awt akan pengampunan dosa-dosa dan turunnya Rahmat kepada hamba-hamba-Nya. Dalam sebuah riwayat, Istighfar untuk dosa dipandang sebagai faktor pembersih kotoran-kotoran dosa dari jiwa manusia dan penerang spiritual ruh.

3. Bertambahnya Rizki dan Keturunan

Ayat 11 dan 12 surah Nuh mensinyalir tentang keselamatan dari paceklik dengan turunnya hujan yang banyak, pengentasan kefakiran dan kemelaratan serta banyaknya penghasilan dan rizki. Berdasarkan ayat-ayat ini, pengatasan problem mandul atau banyaknya keturunan menjadi pengaruh dari Istighfar.

4. Kesejahteraan dan Umur Panjang

Istighfar sejatinya merupakan faktor yang dapat menyampaikan manusia kepada kehidupan yang mapan dan indah yang disertai dengan kekayaan, kesejahteraan, keamanan dan kemuliaan. Dalam ayat 3 surah Hud dijelaskan bahwa dunia materi yang baik ini disebut barang dagangan (متاع) yang bagus. Sebagian Ahli tafsir memandang متاع حسن adalah umur panjang, qanaah (merasa cukup), lepasnya manusia dari keterikatan pada dunia, menujunya mereka pada Tuhan, dan permohonan ampunan. Dalam sebuah riwayat, Hasan Basri dengan bersandar pada ayat 10-12 surah Nuh mengajurkan orang-orang yang sedang mencari jalan keluar dari peceklik, kefakiran, kemelaratan dan kemandulan untuk melakukan Istighfar.

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah swt,

Leave a Comment