Istighfar Nabi Ibrahim As.

Nabi Ibrahim As merupakan Khalilullah

Nabi Ibrahim merupakan salah satu dari para Rasul yang mendapatkan gelar Ulul `Azmi. Gelar Ulul Azmi yaitu gelar yang dimiliki oleh Nabi yang mempunyai ketabahan dan kegigihan yang sangat luar biasa dalam menjalankan dakwahnya. Dari 124.000 nabi yang pernah diutus Allah Swt ke Bumi, hanya 5 Nabi saja yang mempunyai gelar Ulul Azmi, Yaitu Nabi Nuh As, Ibrahim As, Musa As, Isa As, dan Nabi Muhammad Saw. Gelar ini adalah gelar agung yang diberikan Allah Swt kepada hambaNya.

apa itu Istighfar?

Selain itu, Nabi Ibrahim juga mempunyai gelar spesial untuk dirinya, yaitu Khalilullah. Khalilullah disini bermakna sebagai kekasih Allah Swt. Gelar yang mulia ini beliau dapatkan bukan tanpa sebab. Dalam kitab Nashoihul Ibad, diterangkan bahwa setidaknya ada tiga sebab mengapa Nabi Ibrahim As mendapatkan gelar ini. Namuun sebelum membahasa jauh terkait sebab pemberian gelar Khalilullah yang diberikan allah Swt kepada Nabi Ibrahim As. perlu kita ketahui bersama terlebih dahulu, bahwasannya Nabi Ibrahim As memiliki sebuah perilaku yang sangat patut untuk kita contoh bersama, yaitu mengenai Istighfar doa Nabi Ibrahim As kepada Allah Swt.

Ayat Al-quran tentang Istighfar Nabi Ibrahim As

Dalam Firman Allah Swt yang terdapat pada surah Hud ayat ke 41, Allah swt menjelaskan bahwa, Nabi Ibrahim berIstighfar dan berdoa memohon ampunan kepada Allah Swt.

Artinya : “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”(qs.Ibrahim 14;41)

Ya Rabb kami! Beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku) doa ini diucapkan sebelum jelas bagi Nabi Ibrahim As bahwa kedua orang tuanya memusuhi Allah swt. Akan tetapi menurut suatu pendapat dikatakan bahwa ibu Nabi Ibrahim As masuk Islam. Lafal waalidayya menurut qiraat yang lain dapat dibaca mufrad sehingga bacaannya menjadi waalidiy (dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya ditegakkannya (hisab).

Manfaat dari Istighfar Nabi Ibrahim As

Sudah sangat jelas bagi kita semua, Nabi Ibrahim saja yang level keimanannya sudah sangat dikagumi oleh para malaikat tetap berIstighfar memohon ampunan kepada allah Swt, apalagi kita sebagai manusia biasa yang penuh dengan salah dan khilaf tentunya harus senantiasa berIstighfar memohon ampunan Allah Swt.

Dengan Istighfarnya Nabi Ibrahim kepada Allah Swt, Allah Swt memberi keistimewaan dan balasan kepada setiap hambaNya yang senantiasa berIstighfar dan memohon ampun KepdaNya. beberapa keistimewaan Istigfar Nabi Ibrahim As adalah.

orang lain juga mencari manfaat Istighfar

1. Allah Swt akan lebih mendengar istighfar kita, karena kita menggunakan istighfarnya ‘kekasih’ Allah Swt, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

2. Ini merupakan bentuk bakti kepada kedua orang tua, dan akan menjadikan keduanya bahagia dan mulia di sisi allah Swt.

3. Dengannya kita akan mendapatkan doa Malaikat, karena kita telah mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. (HR. Muslim, 2732)

4. Kita akan mendapatkan pahala sebanyak jumlah kaum Muslimin, karena kita telah memintakan ampun untuk mereka semua. (Shohihul Jami’, 6026) 5. Allah Swt akan menambah kekuatan untuk kita, karena kita telah beristighfar. (Qs. Hud: 52)

Artinya : “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”(Qs.Hud 11:52)

6. Urusan-urusan kita akan dimudahkan Allah Swt karena istighfar kita, sebagaimana dikatakan Ibnul Qoyyim rahimahullah. (Tibbun Nabawi, 155)

7. Allah Swt akan melapangkan harta dan rezeki kita dengan Istighfar. (QS. Nuh: 10-12)

Artinya : “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Qs. Nuh 71:10)

Artinya : “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”( Qs. Nuh 71:11)

Artinya : “Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. Nuh 71:12)

mengerti lebih jauh tentang hukum Istighfar

Sebab-sebab pemberian gelar Khalilullah yang diberikan Allah Swt kepada Nabi Ibrahim As

Dalam kitab Nashoihul Ibad, diterangkan bahwa setidaknya ada tiga sebab mengapa Nabi Ibrahim As mendapatkan gelar ini. Berikut adalah ketiga sebab tersebut: baca juga Istighfar Nabi Yunus As

1. Pertama, Nabi Ibrahim selalu mendahulukan perintah Allah Swt daripada perintah lainnya. Layaknya kepada seorang kekasih, Nabi Ibrahim As selalu mendahulukan kepentingan Allah Swt daripada kepentingan yang lain. Hal ini tercermin ketika Nabi Ibrahim As diperintah oleh Allah Swt untuk menyembelih anaknya sendiri, yaitu Nabi Ismail As.

Sebelum kelahiran Ismail As, Nabi Ibrahim as sangat mendambakan seorang anak. Namun hingga berpuluh-puluh tahun beliau belum dikaruniai anak. Pada akhirnya beliau meminta izin kepada istrinya, Sarah, untuk menikah kedua kalinya dengan Hajar.

Dari pernikahan ini lahirlah Nabi Ismail As. Hingga saat menginjak masa remaja, Allah Swt memerintahkan kepada Nabi Ibrahim As untuk menyembelih anak kesayangannya itu. Tanpa pikir panjang, beliau menjalankan perintah Allah As. Dengan kuasa Allah Swt, Nabi Ismail As diselamatkan Allah Swt dan diganti dengan domba.

Ada sebuah kisah dimana ketika Nabi Ibrahim As mendapatkan perintah untuk khitan, beliau langsung memotong kulup-nya sendiri dengan kapak. Beliau tidak menggunakan pisau atau alat tajam lainnya padahal beliau memilikinya. Beliau mengatakan, “Ketika perintah itu datang, yang ada di dekatku hanyalah kapak. Maka aku langsung memakainya untuk sunat. Ketika aku mencari-cari alat yang lain, aku khawatir akan digolongkan ke dalam orang-orang yang suka menunda perintah-Nya.”

2. Kedua, Nabi Ibrahim selalu tawakal kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim adalah seorang yang kaya raya pada zamannya. Konon, beliau mempunyai 12.000 binatang ternak. Namun kekayaanya itu tidak membuat beliau lupa kepada Allah Swt.

Suatu ketika, malaikat Jibril As diperintah Allah Swt untuk menguji ketaatan Nabi Ibrahim As. Jibril As menyamar sebagai seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Ibrahim As. Jibril As berkata, “Wahai tuan, saya sangat membutuhkan harta untuk memenuhi hidup saya.” Nabi Ibrahim As lalu menjawab, “Silahkan ambil satu atau dua dari hewan ternak yang kumiliki.”

Jibril As malah meminta tambahan,”Tapi itu masih belum cukup, Tuan.” Nabi Ibrahim As menjawab, “Ambillah sepertiga yang kumiliki.”

Jibril As masih menguji keteguhan Nabi Ibrahim As, “Itu juga belum cukup, Tuan.” Nabi Ibrahim As pun dengan santai menjawab, “Ambillah semua ternak yang kumiliki.” Malaikat Jibril As yang kagum akan sifat Nabi Ibrahim As ini akhirnya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah Swt yang diperintahkan untuk menguji Nabi Ibrahim As.

inilah adab dalam berIstighfar

3. Ketiga, Nabi Ibrahim As tidak pernah makan kecuali ada tamu yang menemaninya. Beliau rela berjalan satu hingga dua mil untuk mencari tamu agar dapat makan bersamanya. Hal ini membuat beliau diberi julukan “Abu ad-Duyuf” atau bapaknya para tamu.

dalam sebuah kisah, suatu ketika Nabi Ibrahim As memohon kepada Allah Swt, “Wahai Tuhanku, aku ingin sekali menjadikan umat Muhammad Saw sebagai tamuku hingga hari kiamat.” Allah Swt menjawab, “Engkau tidak bisa wahai Ibrahim.”

Nabi Ibrahim As tidak berputus asa dan tetap memohon, “Tuhanku, engkau tau keadaanku dan engkau maha kuasa atas segala sesuatu. Maka kabulkanlah permintaanku wahai Tuhanku.”

Allah Swt akhirnya mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim As disuruh untuk mengambil kapur dari surga dan membawanya ke atas gunung Qubais. Di atas gunung tersebut, Nabi Ibrahim meniup kapur surga itu. Setiap tempat yang menjadi jatuhnya kapur tersebut akan menjadi garam. Sehingga garam yang kita nikmati hingga sekarang ini adalah buah permohonan Nabi Ibrahim As kepada Allah Swt untuk menjamu umat Nabi Muhammad Saw.

Cerita diatas menggambarkan betapa tawakal nya Nabi Ibrahim As kepada Allah Swt. Beliau sangat yakin bahwa semua rezeki yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah Swt. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dalam mencari rezeki. Beliau rela semua harta bendanya diambil karena beliau yakin bahwa semua sudah ditanggung oleh Allah Swt.

Selain itu masih banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim Namun itulah tiga keteladanan yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim As. Ketiga hal tersebut membuat beliau diangkat dan diberi gelar sebagai khalilullah. Kita sebagai umat Muhammad  Saw setidaknya dapat meniru sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim As tersebut. Supaya kita dapat mendapatkan keselamatan dan barokah dari Allah Swt.

Download dan Dapatkan kemudahan dalam beristighfar dengan menggunakan Aplikasi Amalan Santri

Leave a Comment