Pengertian Istighfar

Apa itu istighfar?

Istighfar ( لإستغفار ) Kata Istighfar bermakna memohon ampunan, kata istighfar sendiri berasal dari bahasa arab (غ ف ر), yang berarti “penutup”. Istighfar dalam terminologi adalah permohonan secara lisan atau perbuatan kepada Allah untuk mengampuni dan memaafkan dosa, dan tujuannya adalah permohonan untuk dijaga dari efek buruk dosa dan azab Allah swt. Sebagian ulama menafsirkan kata Istighfar dalam ayat-ayat al-Quran dengan iman, Islam atau pelaksanaan shalat. Tafsiran ini mengacu pada bentuk-bentuk konkrit (mashadiq) Istigfar dalam tataran amal.

Bentuk Istighfar

Istighfar ada dua, yang pertama ucapan seperti membaca ( ستغفر اللّه ), Istighfar lisani (ucapan) dibahas dalam bab-bab seperti thaharah, shalat, puasa, haji, perdagangan, zhihar dan kaffarah. dan selanjutnya dalam bentuk perbuatan seperti melakukan suatu hal yang membuat manusia diampuni oleh Allah swt, contohnya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar perintah Allah swt dengan sesungguh-sungguhnya.

Apakah Istighfar Bagian dari Taubat?

Kata istighfar seringkali digunakan dalam pengertian taubat. Keduanya sama-sama memiliki pengertian dan tujuan yang sama yaitu kembali kepada Allah dan harapan agar Allah menghilangkan apa-apa yang tidak baik. Hanya saja, istighfar berupa permohonan lisan seorang hamba, sedangkan taubat berupa usahanya.

Pentingnya BerIstighfar

Perintah dan anjuran Istighfar dalam banyak ayat dan celaan meninggalkan itu dalam ayat-ayat yang lain seperti: “Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya?”. memperjelas urgensi Istighfar untuk semua manusia terkhusus kaum mukmin. Sebab, dari satu sisi, manusia biasa tidak luput dari pengaruh lalai, bodoh dan gejolak naluri hewaniah dan hawa nafsunya senantiasa berada dalam ancaman dosa.

Oleh karenanya, kebutuhannya pada Istighfar untuk membersihkan jiwanya adalah satu hal yang jelas dan darurat. Dari sisi lain, tak seorang pun mampu menunaikan hak-hak Allah sesuai kedudukan rububiyah-Nya. Tapi ia akan melaksanakan hak itu sesuai kadar makrifat dan pengetahuannya. Oleh karenanya, orang-orang yang benar-benar bertakwa sekalipun akan merasa malu terhadap perbuatan dan ibadah-ibadahnya, dan bahkan memandang dirinya bersalah di hadapan Allah swt sehingga ia memahami urgensi dan keharusan berIstighfar.

Pentingannya memohon ampunan (Istighfar) dapat dipaparkan dari berbagai segi antara lain:

  1. Yang pertama Nabi Saw dan Nabi-nabi sebelum beliau mewasiatkan Istighfar dan memerintahkan (kaumnya) masyarakat umum untuk melakukannya. Sebagaimana ada 8 ayat yang menganjurkan masyarakat umum untuk memohon ampunan. Dan ada sekitar 30 ayat yang menceritakan Istighfar para nabi, dan juga ada 5 ayat yang memerintahkan Rasul yang mulia Saw untuk Istighfar.
  2. Selanjutnya Para malaikat memohonkan ampunan bagi orang-orang mukmin dan penduduk bumi.
  3. Dan yang perlu kita semua ingat kembali adalah bahwa memohon pengampunan atas dosa-dosa merupakan salah satu sifat orang-orang yang bertakwa.

Bagaimana cara berIstighfar?

Istigfar bukan hanya tentang mengucapkan dan mengulang-ulang kalimat ( اَل‍ْلهُمَّ اغفِرلِي ) “Ya Allah ampunilah aku”, tetapi ruh dari kata Istighfar itu sendiri adalah keadaan kembali pada Tuhan Yang Maha Benar, penyesalan dan kesiapan menutupi/mengganti (kekurangan) masa lalu. Memohon ampunan tidak dikhususkan kepada sebagian manusia saja, akan tetapi para Nabi As juga memohon ampunan kepada Allah swt. Bahkan Nabi Muhammad saw diperintahkan untuk memohon ampunan bagi dirinya dan orang-orang mukmin, dan beliau sebagai wasilah (perantara) dan penyafaat mesti berbuat sesuatu supaya Allah mencurahkan rahmat-Nya atas mereka.

Nabi Muhammad saw tidak pernah luput unuk berIstighfar kepada Allah, maka kita selaku Umat Baginda Rosullulloh saw harus senantiasa mengikuti ajaran Beliau, dan Perintah Allah swt, untuk itu mulailah dari diri sendiri bertekad menjadi Insan yang lebih baik lagi, dengan niat dari dalam lubuk hati yang paling dalam serta dibantu dengan Aplikasi Amalan Santri. InsyaAllah.

Ayat tentang perintah Istighfar

Sedangkan konsep “memohon ampunan” sering digunakan dalam al-Quran dalam beragam bentuk dan redaksi. Istighfar tidak kenal masa dan tempat khusus, dan lebih sering dibarengi pengabulan dari sisi Allah. Namun demikian, al-Quran dan hadis-hadis menyebutkan waktu, tempat dan keadaan-keadaan tertentu yang dapat mendukung diterimanya Istighfar.

Sesuai dengan firman Allah swt dalam Al-qur’an surah Hud ayat 3, Allah swt mengingatkan manusia agar senantiasa memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada-Nya.

”Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Qs. Hud 12:3)”

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.(Qs. Hud 12:52)”

Fadilah yang bisa diambil

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kepada setiap kaum mukmin untuk senantiasa beristighfar memohon ampun kepada allah swt, dan pada Ayat yang sama Allah swt juga berjanji akan memberikan kehidupan yang baik secara terus menerus selama hidup didunia sampai datang ajal kelak serta memberikan berbagai kelebihan dan keistimewaan kepada mereka yang selalu mohon ampun kepada Nya.

Dan masih banyak fadilah lain yang dapat kita ambil dari setiap perintah yang Allah swt berikan kepada kaum mukmin, kuncinya adalah senantiasa berharap yang terbaik dengan selalu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi apa saja yang dilarang oleh Allah swt, salah satunya dengan senantiasa berIstighfar memohon ampun kepada Allah swt

Leave a Comment